bismillaahi...
a'uudzubillaahi minasysyaithaanirrajiim...
"zuyyina linnaasi hubbusysyahawaat..."
tinggal beberapa pekan lagi kesempatanku merasuki celah - celah cerita kita yang mulai tampak ujungnya...
tinggal beberapa hari lagi waktuku untuk menggentayangi bayang - bayang yang mulai tampak kan menghilang...
bukan masalah waktu yang belum bisa menjinakkan galau..
hanya saja keurungan niat tuk menyapa senja yang belum kesampaian...
jangan tanya mengapa...
sebab dari ujung - ujung hidung mulai tampak kristal yang menggantung...
katanya kita kan kehujanan bersama...
ditusuk - tusuk sinar mentari pun bersama...
katanya kapal kita ingin merayap hingga sampai ke dermaga perkasa...
diombang - ambingkan ombak dan angin yang selalu datang tiba - tiba...
coba nikmati sebentar kue kering pagi ini, mungkin kita akan rindu betapa nikmatnya dimakan bersama...
coba nikmati gelapnya pagi sebelum kokok ayam bersuara pagi ini, mungkin kita akan rindu betapa nikmatnya udara yang kita hirup bersama...
sudah...lupakan saja kecewa dan gundah gulana...
seyogyanya akan segera tiba masa di mana kita merindukan romantika di zona yang kita lingkari bersama...
sudah...lupakan saja tangis dan haru yang pernah tercipta...
seyogyanya akan segera tiba masa di mana kita merindukan gelak tawa saudara seiman yang berjuang bersama...
bersiaplah berdiri tegak menyambut pelangi yang kan lambaikan tangan ke kanan dan ke kiri...
kerana indahnya ia menentukan indahnya romansa dakwah yang telah kita bina hingga kini..
ini hanya problematika hati yang masih belum siap menampakkan diri di hadapan Illahi...
tentang pertanggungjawaban diri terhadap dosa dan penyakit hati...
hingga akhirnya diri hanya mampu menyendiri dan bermain dengan hari...
semoga Allaah pertemukan kita di surga nanti...
singkat kata, aku tak bisa melupakan kisah kita, dan kuharap kalian juga...
Padang, 19 November 2014 00:04 WIB
"menanti pelangi yang kan segera tiba"
"Boleh mengeluh sesekali, asal jangan pernah menyerah walau hanya sekali."
Selasa, 18 November 2014
Sabtu, 01 November 2014
Sepasang Bola Mata
Hari ini kulihat ada yang berbeda antara kita...
Dengan penuh tanda tanya kupaksakan berteriak pada dunia..
Sejauh itukah kita ?
Bagai dua lempeng yang terpisah oleh samudera...
Sudikah kau bangun jembatan gantung barang sekilan adanya ?
Agar jarak yang terhujam lama kan hilang walau sehela...
Sejauh itukah kita ?
Bagai dua planet yang terpisah oleh benda angkasa...
Sudikah kau bangun jembatan gantung barang sehasta adanya ?
Agar jarak yang mengakar lama kan lenyap walau sementara...
Sejauh itukah kita ?
Bagai dua nahkoda yang terpisah oleh dermaga raksasa...
Sudikah kau bangun jembatan gantung barang sekaki adanya ?
Agar jarak yang melekat lama kan lepas walau semasa...
Aku ingin kita bagai sepasang bola mata...
Terbuka bersama...
Terpejam bersama...
Berkedip bersama...
Padang, 1 November 2014 18:26
'ditengah dinginnya rinai di barat Sumatera'
Dengan penuh tanda tanya kupaksakan berteriak pada dunia..
Sejauh itukah kita ?
Bagai dua lempeng yang terpisah oleh samudera...
Sudikah kau bangun jembatan gantung barang sekilan adanya ?
Agar jarak yang terhujam lama kan hilang walau sehela...
Sejauh itukah kita ?
Bagai dua planet yang terpisah oleh benda angkasa...
Sudikah kau bangun jembatan gantung barang sehasta adanya ?
Agar jarak yang mengakar lama kan lenyap walau sementara...
Sejauh itukah kita ?
Bagai dua nahkoda yang terpisah oleh dermaga raksasa...
Sudikah kau bangun jembatan gantung barang sekaki adanya ?
Agar jarak yang melekat lama kan lepas walau semasa...
Aku ingin kita bagai sepasang bola mata...
Terbuka bersama...
Terpejam bersama...
Berkedip bersama...
Padang, 1 November 2014 18:26
'ditengah dinginnya rinai di barat Sumatera'
Selasa, 28 Oktober 2014
Seuntai Syair untuk Hamba Tuhan
Tuhan...Dawai ini sengaja kugerakkan ketika kusadar jika sedang butuh pertemuan...
Pertemuan yang akan segera berakhir dalam hitungan pergerakan bulan...
Pertemuan yang kan lahirkan perpisahan dan kerinduan...
Walau sukma sudah sejak kemarin meronta tak karuan...
Tuhan...
Kali ini tolong izinkan kutuliskan syair untuk hamba-Mu yang memanggilmu syahdu...
Yang setia dengan zuhudnya walau kadang tampak malu - malu...
Yang betah membeku demi mendapatkan sesuatu yang tak kenal semu...
Walau sesak sudah membaha sejak lalu...
Tuhan...
Kali ini tolong biarkan hanyut dalam aliran kisah yang sengaja telah Kau takdirkan...
Pada seorang yang masih didiktekan langkahnya hingga mampu sampai ke tujuan...
Meski waktu memaksaku meremukkan kenangan masa lalu...
Tapi aku yakin Tuhan, Kau pasti kan berikan yang terbaik untuk hamba-Mu...
Tuhan...
Kali ini tolong izinkan aku menarik manja selimut kelabu yang tarajut perdu..
Yang kadang sempat menghangatkan walau nyaris tak pernah diminta demikian...
Tuhan...
Kali ini tolong izinkan aku menuang syair penawar rindu...
Yang kadang sempat mendinginkan walau nyaris tak pernah diminta demikian...
Tuhan...Aku tahu...
Waktu yang kau takdirkan antara hamba-Mu telah sampai ke peraduan..
Meski sempat tercipta duka dan suka yang berlebihan...
Namun, biarkan saja aku setia mengingatnya...
Sebab dengan jarak dan waktu yang Kau cipta tak buatku mampu lupa seutuhnya...
Padang, 28 Oktober 2014
23 : 12 WIB
"tanpa rinai, kala diam"
Pertemuan yang akan segera berakhir dalam hitungan pergerakan bulan...
Pertemuan yang kan lahirkan perpisahan dan kerinduan...
Walau sukma sudah sejak kemarin meronta tak karuan...
Tuhan...
Kali ini tolong izinkan kutuliskan syair untuk hamba-Mu yang memanggilmu syahdu...
Yang setia dengan zuhudnya walau kadang tampak malu - malu...
Yang betah membeku demi mendapatkan sesuatu yang tak kenal semu...
Walau sesak sudah membaha sejak lalu...
Tuhan...
Kali ini tolong biarkan hanyut dalam aliran kisah yang sengaja telah Kau takdirkan...
Pada seorang yang masih didiktekan langkahnya hingga mampu sampai ke tujuan...
Meski waktu memaksaku meremukkan kenangan masa lalu...
Tapi aku yakin Tuhan, Kau pasti kan berikan yang terbaik untuk hamba-Mu...
Tuhan...
Kali ini tolong izinkan aku menarik manja selimut kelabu yang tarajut perdu..
Yang kadang sempat menghangatkan walau nyaris tak pernah diminta demikian...
Tuhan...
Kali ini tolong izinkan aku menuang syair penawar rindu...
Yang kadang sempat mendinginkan walau nyaris tak pernah diminta demikian...
Tuhan...Aku tahu...
Waktu yang kau takdirkan antara hamba-Mu telah sampai ke peraduan..
Meski sempat tercipta duka dan suka yang berlebihan...
Namun, biarkan saja aku setia mengingatnya...
Sebab dengan jarak dan waktu yang Kau cipta tak buatku mampu lupa seutuhnya...
Padang, 28 Oktober 2014
23 : 12 WIB
"tanpa rinai, kala diam"
Langganan:
Postingan (Atom)
Tugas Akhir PembaTIK Level 4 TAHUN 2024 (VLOG BERBAGI DAN BERKOLABORASI)
Assalamualaikum wrwb. 😇 Halo Sobat Bloggers. Pada postingan kali ini, Saya akan memuat beranda laman blog Saya dengan cerita tentang Tugas...
-
Assalamualaikum wrwb. 😇 Halo Sobat Bloggers. Pada postingan kali ini, Saya akan memuat beranda laman blog Saya dengan cerita tentang Tugas...
-
Assalamualaikum wrwb.😇 Halo Sobat Bloggers. Berikut ini adalah KEGIATAN 7 BERBAGI DAN BERKOLABORASI terkait agenda Pembatik Level 4 tahun...
-
KETERBAGIAN BILANGAN · Bilangan yang habis dibagi oleh 2 Setiap bilangan genap habis dibagi 2. Contohnya 4, 6, 8, dan ma...